This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Tampilkan postingan dengan label teknik sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik sipil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juni 2014

Jenis-Jenis Pondasi


1. Pondasi Batu Kali


pondasi batu kali

Pondasi ini digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanah aslinya cukup baik. Biasanya kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan lebar tapak sama dengan tingginya.
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah :
- Batu belah (batu kali/guning)
- Pasir pasang
- Semen PC (abu-abu).

Kelebihan :
  • Pelaksanaan pondasi mudah
  • Waktu pengerjaan pondasi cepat
  • Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)

Kekurangan :
  • Batu belah di daerah tertentu sulit dicari
  • Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi pertama)
  • Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk rumah bertingkat.


2. Pondasi Tapak (Foot Plate)

pondasi tapak

Pondasi yang biasa digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan di atas tanah lembek. Pondasi ini terbuat dari beton bertulang dan letaknya tepat di bawah kolom/tiang dan kedalamannya sampai pada tanah keras.
Pondasi tapak ini dapat dikombinasikan dengan pondasi batu belah/kali. Pengaplikasiannya juga dapat langsung menggunakan sloof beton dengan dimensi  tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini juga dapat dipersiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dikembangkan ke atas.
Kebutuhan Bahannya adalah:
- Batu pecah / split (2/3)
- Pasir beton
- Semen PC
- Besi beton
- Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan)

Kelebihan :
  • Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya
  • Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja)
  • Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plate lebih handal daripada pondasi batu belah.

Kekurangan :
  • Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
  • Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).
  • Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
  • Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
  • Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah.


3. Pondasi Pelat Beton Lajur


Pondasi pelat beton lajur atau jalur digunakan bila luas penampang yang menggunakan pondasi pelat setempat terlalu besar. Karena itu luas penampang tersebut dibagi dengan cara memanjangkan lajur agar tidak terlalu melebar
Pondasi ini lebih kuat jika dibanding dua jenis pondasi dangkal lainnya. Ini disebabkan seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Harganya lebih murah dibandingkan dengan pondasi batu kali untuk bangunan rumah bertingkat.
Ukuran lebar pondasi pelat lajur sama dengan lebar bawah pondasi batu kali, yaitu 70 - 120 cm. Ini disebabkan fungsi pondasi pelat lajur adalah menggantikan pondasi batu belah bila batu belah sulit didapat, atau memang sudah ada rencana pengembangan rumah ke atas.


Kelebihan :
  • Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya.
  • Galian tanah lebih sedikit karena hanya berada di titik yang terdapat kolom strukturnya.
  • Penggunaannya pada bangunan bertingkat lebih handal dibanding pondasi batu belah, baik sebagai penopang beban vertikal maupun gaya horizontal seperti gempa, angin, ledakan dan lain-lain

Kekurangan :
  • Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
  • Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).
  • Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
  • Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
  • Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah.


4. Pondasi Sumuran

pondasi sumuran

Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof, diberi pembesian untuk mengikat sloof. Pondasi jenis ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang.
Walaupun lokasi pembangunan memungkinkan, pondasi jenis ini jarang digunakan. Selain boros adukan beton, penyebab lainnya adalah sulit dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam.

Kelebihan :
  • Alternatif penggunaan pondasi dalam, jika material batu banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang.
  • Tidak diperlukan alat berat.
  • Biayanya lebih murah untuk tempat tertentu.

Kekurangan :

Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di kontrol (Karena batu dan adukan dilempar/ dituang dari atas)
Pemakaian bahan boros.
Tidak tahan terhadap gaya horizontal (karena tidak ada tulangan).
Untuk tanah lumpur, pondasi ini sangat sulit digunakan karena susah dalam menggalinya.

5, Pondasi Strauss Pile atau Bored Pile
6. Pondasi Tiang Pancang

Rabu, 04 September 2013

Cacat Pada Kayu

Bagi visitors yang lagi nyari tentang cacat pada kayu ane kasih info sedikit nih tentang berita tersebut..

Silahkan membacanya:

Kayu

Berikut contohnya:

1. Pada gambar berikut ini, cacat ataupun kerusakan yang terjadi pada kayu merupakan kerusakan non biologis, yaitu kerusakan yang merupakan akibat dari faktor mekanis yaitu akibat pemakuan terhadap kayu yang akhirnya membuat kayu terbelah-belah. Kayu juga akhirnya menjadi retak yaitu terpisahnya serat kayu yang merupakan celah dengan lebar melebihi 1 mm.



2.  Pada gambar dibawah penyebab kerusakan pada kayu yaitu sbb :
Air masuk berat adalah salah satu warna yang diakibatkan oleh air masuk dengan penampakan pada permukaan kayu berwarna coklat sampai kehitam-hitaman.,  Alur hitam (Alh) adalah alur yang berwarna hitam pada permukaan kayu yang disebabkan oleh endapan yang berwarna gelap pada pori kayu,  kayu juga menjadi busuk atau lapuk, yaitu rapuh karena serangan bakteri (busuk) atau serangan jamur (lapuk) dan keadaan kayu yang ditandai dengan buram/ tidak bercahayanya warna kayu, penyebab hal ini karena bakteri, jamur, suhu udara, cahaya matahari, dan juga pengaruh reaksi kimia. Analisis lain penyebab cacat kayu yakni karena watermark, cacat ini berupa garis-garis seperti aliran air pada permukaan kayu. berwarna gelap, biru tua dan sangat jelas terlihat pada kayu gubal. Garis-garis tersebut sulit dihilangkan dan sangat jelas terlihat pada permukaan perabot yang difinishing warna natural. Ini disebabkan karena log atau kayu gergajian tersimpan pada permukaan tanah yang lembab dan tergenang air.



3. Pada gambar dibawah kerusakan ataupun cacat pada kayu diakibatkan oleh hal-hal sbb :
Retak/pecah, cacat yang diakibatkan karena penyusutan kayu yang terlalu cepat. Sering terjadi pada ujung papan atau log. Ada lagi karena Serangga Perusak Kayu, Serangga-serangga perusak kayu antara lain rayap, kumbang kayu, dan bubuk kayu yang membuat gumpil kayu. Hal ini juga karena kayu kekurangan minyak. Sudah barang tentu kekuatan kayu akan berkurang, karena serangga-serangga tersebut merusak kayu dengan membuat lubang-lubang terowongan di dalam kayu. Sebagai makanan dan tempat tinggal serangga perusak kayu.



4. Pada gambar dibawah, kerusakan atau cacat kayu dikarenakan adanya mata pada kayu. Bagaimanapun, mata kayu pada sebagian jenis kayu bukanlah suatu hal yang baik terutama mata kayu mati. Terbentuk karena adanya pertumbuhan cabang pohon. Semakin besar cabang pohon akan semakin besar diameter mata kayu pada batang utama kayu tersebut. Hal ini membuat pengerjaan kayu yang seharusnya mudah menjadi lebih susah.



5. Penyebab cacat kayu pada gambar berikut yakni karena faktor alam selama proses pertumbuhan kayu. Pada masa pertumbuhan kayu menjadi bengkok membuat kayu tidak lurus dan melengkung




6. Pada gambar dibawah cacat dan kerusakan kayu diakibatkan serat kayu yakni :Gembol, Penyimpangan arah serat kayu seperti sekitar mata kayu. Penyimpangan arah serat kayu yang umumnya terjadi dekat mata kayu tetapi tidak mengandung mata kayu. Hal ini dikarenakan kelainan pertumbuhan pohon, Penyebab lain 
keadaan tidak rata pada permukaan kayu karena struktur kayu tidak baik, pembuatan venir yang tidak baik. permukaan kayu yang kasar bisa juga diakibatkan oleh penggerjajian pada kayu yang berserat tidak teratur.



Sekian dan terima kasih....

Pengertian Kayu

Bagi agan-agan yang ingin tahu tentang kayu, ane punya info. nih tentang kayu,, silahkan membaca ya gan...




Kayu

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan).

Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.

Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang.

lmu perkayuan (dendrologi) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat kimia, fisika, dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan.

Bagian Kayu

Batang pohon yang dipotong melintang akan memperlihatkan bagian-bagian kayu, yang kerap kali berbeda warna. Bagian terdalam adalah empulur yang lunak, lalu ke luar adalah kayu teras, kayu gubal, dan terakhir adalah pepagan (kulit kayu). Bagian percabangan akan memperlihatkan pola khusus, yang biasa dianggap sebagai "mata".

Senin, 02 September 2013

BAJA

Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai unsur dasar dengan beberapa elemen lainnya, termasuk karbon. Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Elemen berikut ini selalu ada dalam baja: karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon, dan sebagian kecil oksigen, nitrogen dan aluminium. Selain itu, ada elemen lain yang ditambahkan untuk membedakan karakteristik antara beberapa jenis baja diantaranya: mangan, nikel, krom, molybdenum, boron, titanium, vanadium dan niobium. Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi. Baja karbon ini dikenal sebagai baja hitam karena berwarna hitam, banyak digunakan untuk peralatan pertanian misalnya sabit dan cangkul.

Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength), namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility).

Meskipun baja sebelumnya telah diproduksi oleh pandai besi selama ribuan tahun, penggunaannya menjadi semakin bertambah ketika metode produksi yang lbih efisien ditemukan pada abad ke-17. Dengan penemuan proses Bessemer di pertengahan abad ke-19, baja menjadi material produksi massal yang membuat harga produksinya menjadi lebih murah. Saat ini, baja merupakan salah satu material paling umum di dunia, dengan produksi lebih dari 1,3 miliar ton tiap tahunnya. Baja merupakan komponen utama pada bangunan, infrastruktur, kapal, mobil, mesin, perkakas, dan senjata. Baja modern secara umum diklasifikasikan berdasarkan kualitasnya oleh beberapa lembaga-lembaga standar.

KARAKTERISTIK BAJA

Iron dapat ditemukan pada bagian kerak bumi hanya dalam bentuk bijih, biasanya dalam bentuk besi oksida sepertimagnetit dan hematit. Iron diekstraksi dari bijih besi dengan menghilangkan atom oksigen dan kemudian menggabungkannya kembali dengan atom lain seperti karbon. Proses ini disebut smelting.  Ada sejumlah kecil besi yang sudah melalui proses ini pada masa lampau dengan cara memanaskan bijih yang ditanam pada bara api dan kemudian menggabungkan kedua logam dengan menggunakan palu. Kandungan karbon yang terkandung juga dapat dikontrol.

Temperatur tinggi pada proses smelting dapat dicapai dengan metode kuno yang sudah dipakai sejak zaman Tembaga. Karena tingkat oksidasi besi meningkat sangat cepat diatas suhu 800 °C (1,470 °F), maka harus diperhatikan bahwa proses smelting harus dilaksanakan pada lingkungan dengan tingkat oksigen rendah. Proses smelting akan menghasilkan alloy (logam campur) yang dinamakan baja. Kelebihan karbon dan pengotor lainnya dapat dihilangkan dengan beberapa proses bertahap.

Beberapa material juga ditambahkan ke campuran besi/karbon untuk mendapatkan baja dengan karakteristik yang diinginkan. Nikel dan mangan ditambahkan untuk menambah kekuatan, krom ditambahkan untuk meningkatkan kekerasan dan titik didih, serta penambahan vanadium juga menambah kekerasan serta mengurangi dampak kelelahan logam.

KLASIFIKASI BAJA
  1. Berdasarkan komposisi
  • Baja karbon
  • Baja paduan rendah
  • Baja tahan karat
    2.   Berdasarkan proses pembuatan
  • Tanur baja terbuka
  • Dapur listrik
  • Proses oksidasi dasar
     3.  Berdasarkan bentuk produk
  • Pelat batangan
  • Tabung
  • Lembaran
  • Pita
  • Bentuk struktural
     4.  Berdasarkan struktur mikro
  • Feritik
  • Perlitik
  • Martensitik
  • Austenitik
     5.  Berdasarkan kegunaan dalam konstruksi
  • Baja Struktural
  • Baja Non-Struktural

Best Blogger Templates